ASTRONOMI

Pengamatan Bintang dengan Teleskop
Pengamatan Bintang dengan Teleskop

Astronomi, yang secara etimologi berarti “ilmu bintang” (dari Yunani: άστρο, + νόμος), adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.

Astronomi  merupakan cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik (radiasi CMB)). Ilmu ini secara pokok mempelajari Continue reading “ASTRONOMI”

PEMIMPIN

               Tak mudah memang menjadi seorang  pemimpin itu dan tak semua orang bisa memimpin tapi kita yakini kita bisa menjadi pemimpin. Pemimpin merupakan seseorang yang bisa mempengaruhi orang lain untuk menggapai visi atau tujuan, dari arti tersebut jelas seseorang harus mempunyai visi yang jelas untuk menjadi pemimpin, tanpa tujuan yang jelas seseorang tidak akan menjadi pemimpin baik diri sendiri maupun orang lain.

           Tapi yang perlu di ingat pemimpin tidak hanya punya tujuan yang jelas tapi juga harus bisa bertanggung jawab, memberikan teladan yang baik serta bisa mempercayai seseorang.pemimpin yang punya visi yang jelas tapi dia tidak bertanggung jawab sama saja seperti biola tak berdawai  tdik bisa Continue reading “PEMIMPIN”

Lompatan Sang Fisikawan Muda

Setelah lelah menggali ilmu di instansi-instansi pendidikan di Tanah Pasundan, tibalah saatnya rombongan Mahasiswa Pend. Fisika untuk merefresh kepenatan sejenak sebelum pulang ke Kota Pelajar. Tujuan wisata kami pertama adalah mengunjungi Obwis Gunung Tangkuban Perahu. Tak ada yang menarik di sana hanya ada kawah saja, dan di Jogjapun ada di unung Merapi atau di daerah dataran Tinggi Dieng. Namun sebagai bukti jika kami pernah ke sana maka Continue reading “Lompatan Sang Fisikawan Muda”

Puisi Tan Malaka yang di terjemahkn oleh Ki Hajar Dewantara

Internasionale

Bangunlah kaum jang terhina,
Bangunlah kaum jang lapar.
Kehendak jang mulja dalam dunia
Senantiasa tambah besar.
Lenjapkan adat dan faham tua
Kita Rakjat sedar-sedar.
Dunia sudah berganti rupa
Untuk kemenangan kita.

Perdjuangan penghabisan,
Kumpullah berlawan.
Dan Internasionale
Pastilah didunia.

Penerjemah: Ki Hadjar Dewantara

PROYEK PENDIDIKAN NASIONAL

Pada bulan april tepatnya tanggal 10 – 16 april 2012 Dua siswi dari Indonesia, Christa Lorenzia Soesanto dan Natasha Sutedja, berhasil mencetak prestasi membanggakan pada European Girls Mathematical Olympiad (EGMO) 2012 di Murray Edwards College, Inggris. Christa (15 tahun) meraih Medali Perak dengan total skor 30, sedangkan Natasha (15 tahun) menyabet Medali Perunggu dengan skor 15. Kedua belia berbakat ini ikut berkompetisi ke EGMO di bawah pimpinan Anton Wardaja.

Kesusksesan kedua siswa tersebut tak pelak menjadi inspirasi siswa lainnya begitu juga para guru untuk melahirkan obsesi untuk menjadikan sekolah masing- masing unggul di Indonesia. Seluruh lampu tersorot melihat kesuksesan mereka. Persoalan di sekeliling kita ( pendidikan kita  yang mestinya jauh tersorot, menjadi gelap gulita. Perhatian masyarakat Indonesia tersedot pada kesuksesan kedua siswa .tersebut mengapa tidak? Dengan bangga menyabet gelar juara di olimpiade berkelas  Internasional itu merupakansuatu capaian  prestasi yang luar biasa. Perhatian Publik  tersorot pada pencapain  mereka, tapi tidak pada proses. Masyarakat pun luput melihat efek negative yang terbangun dari proses panjang menuju tangga juara. Mereka hanya merayakan hasil dengan gegap gempita.

Sekilas memang tidak ada yang salah pada kemenangan  anak-anak  bangsa kita  di ajang yang bergensi di olimpiade Internasional . namun menilik lebih dalam, capaian tersebut  menjadi pelarian dari banyak persoalan pendidikan nasional kita. Setitik kesuksesan di tengah lautan masalah pendidikan bangsa kita yang bisa membahagiakan para penyelenggara pendidikan, ketika itu juga para pemerintah bangga akan pencapaian anak bangsanya Yang sebenarnya topeng untuk pendidikan nasional kita. Bangga akan prestasi, bangga akan gelar dan bangga akan juara yang di dapat dari anak bangsa  padahal masih banyak sekolah- sekolah yang perlu dan sangat membutuhkan perubahan sekolah, perubahan infrastuktur dan yang laiinya dan itu harusnya menjadi sorotan pemerintah, tidak hanya segelintir orang yang mendapatkan prestasi yang perlu di bicarakan atau di banga- banggakan.

Saat ini memang pendidikan di  Indonesia terutama di sekolah- sekolah  mereka hanya memuja kompetisi. Gaya berfikir yang kompetitif sangat erat pada system persekolah di  Indonesia. Mungkin di mulai sebagai sekedar alat merangsang motivasi belajar atau kepercayaan diri siswa untuk mampu berkompetisi di tingkat nasional sampai tingkat internasional. Kata kompetitif sudah menjadi matra bagi sekolah untuk mendapatkan lirikan dari pihak luar dan pemerintah itu sendiri. Namun watak memuja kompetisi punya tugas lain. Ia bisa menenggelamkan dan mengalihkan perhatian publik dan praktek persekolahan  atau  bisa saja menngalihkan dan membangga- banggakan bawah pendidikan kita sudah maju dan mampu bersaing di dunia. Tak heran kita melihat pendidikan kita hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang  tertentu saja mulai dari pembinaan, diseleksi sejara ketat yang kemudian mewakili bangsa Indonesia untuk beekompetisi, pulang membawa juara dan kemudian di bangga- bangkan oleh para pemerintah atas jerih payahnya bisa memberikan mendali untuk Indonesia itu lah yang Indonesia inginkan.

Namun yang  kita lihat pada kesempatan ini adalah apa sebenarnya efek dari semakin melebarnya daya jelajah anak-anak Indonesia  di ajang lomba olimpiade? Seperti yang disinggung pada bagian awal wacana yang berkembang di linkungan mereka menjadi kian menyempit. Orang seperti menemukan lomba- lomba tersebut sebagai  semacam “  jalan keluar “ atau lebih tepatnya jendela pelarian dari menumpuknya persoalan pendidikan di Indonesia.

 

Pentingnya Sebuah Pengalaman

Pengalaman adalah guru yang terbaik, itulah kalimat yang sudah kita kenal sejak bertahun-tahun silam. Dengan sebuah pengalaman kita akan lebih lihai dan terampil dalam suatu hal, yang bahkan mengalahkan teori yang dipelajari di bangku kuliah.
Dalam persaingan memperebutkan posisi di dunia kerja pun tuntutan yang paling utama adalah pengalaman hidup, bukan pada besarnya indeks prestasi yang tercetak dalam selembar kertas, ijazah. Bahkan kedewasaan seseorang tidak bisa dilihat dari berapa jumlah bilangan umurnya, tapi dengan pengalamanlah seseorang bias mencapai derajat kedewasaannya.
Pengalaman sangat dibutuhkan oleh seorang yang menamakan dirinya sebagai Mahasiswa. Tidak ada harganya seorang mahasiswa Continue reading “Pentingnya Sebuah Pengalaman”